oleh

Nasib Rumah Panggung Woloan

Jam menunjukan pukul 08.00 pagi. Udara dingin yang biasa menusuk tulang di Desa Woloan Kota Tomohon Sulawesi Utara sedikit demi sedikit terasa berkurang. Beberapa pemuda bahkan sudah terlihat berkerja membersihkan tumpukan kayu balok yang tercecer dibawah sebuah rumah panggung ukuran 12×10 meter. Sesekali mereka terlihat mengangkut tumpukan sampah ampas kayu hasil olahan pembuatan rumah panggung khas Minahasa untuk dibakar.

“Pekerjaan seperti ini rutin kami lakukan setiap pagi sebelum pekerjaan merakit rumah panggung dimulai. Biasanya tumpukan kayu yang tidak terpakai kami pindahkan terlebih dahulu dari bawah rumah panggung ini,”kata Muhammad Subekti (34) salah satu tukang perakit rumah panggung saat berbincang-bincang dengan databerita beberapa waktu lalu.

Subekti merupakan satu dari puluhan warga Kelurahan Woloan, Kota Tomohon, Sulawesi Utara yang berprofesi sebagai tukang rumah pangung khas Minahasa.  Pagi itu, Subekti dan teman-temannya disibukan dengan pekerjaan menyelesaikan dua unit rumah panggung khas Minahasa pesanan pengusaha asal Kota Medan, Sumatera Utara.

Tak hanya Subekti, beberapa rekan sesama tukang juga terlihat sama melakukan aktivitas menyelesaikan pesanan rumah panggung pesanan dari pengusaha asal Ternate.  

Ditempat Subketi bekerja, deretan rumah panggung khas Minahasa siap jual terlihat berjejer rapi memenuhi sisi kiri-kanan jalan yang menuju arah Tanahwangko, Minahasa. Berbagai ukuran rumah mulai dari ukuran dua kamar hingga lima kamar berdiri kokoh.

Kelurahan Woloan dikenal sebagai daerah pembuat rumah panggung khas Minahasa. Kelurahan ini, berada di Selatan Gunung Lokon atau tiga kilometer dari Barat Daya Kota Tomohon. Dari Kota Manado, Woloan dapat ditempuh dengan waktu kurang lebih 70 menit perjalanan darat dari Kota Manado.

Desa yang masuk dalam adminitrasi Kecamatan Tomohon Barat Kota Tomohon ini, hampir mayoritas masyarakatnya dikenal merupakan pengrajin industri rumah panggung. Sedikitnya ada 321 jiwa dari 745 jiwa penduduk di Desa Woloan yang memiliki keterampilan membuat rumah panggung khas Minahasa.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Tomohon, mencatat, hingga 2017 masih ada 65 orang warga desa Woloan yang menekuni usaha indsutri rumah panggung. Prodaknya pun sudah terjual hingga ke luar negeri seperti Argentina, Prancis, Jepang, Belanda, dan Jerman.

“Kalau dihitung secara teliti, pengusaha rumah panggung di Woloan bisa sampai ratusan orang. Tapi untuk skala besar hingga tingkat ekspor hanya puluhan orang,”kata Magareta  salah satu petugas Pengumpul Data Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Tomohon saat berbincang-bindang belum lama ini.

Rumah panggung Woloan atau dikenal dengan rumah pangung minahasa merupakan rumah panggung yang arsitektur dan kontruksi bangunannya mengikuti budaya dan adat istiadat masyarakat Minahasa. Rumah pangung ini dibuat dengan menggunakan sistim knok-down atau bongkar-pasang ini dan memiliki keunggulan dari rumah moderen saat ini. Beberapa konstruksi bangunnnya bahkan dapat bertahan dalam jangka waktu yang cukup lama.

Secara historis rumah panggung yang mengikuti adat istiadat masyarakat Minahasa ini dikenal dengan sebutan Wale atau Bale, yang artinya tempat melakukan aktivitas dalam kehidupan berkeluarga. Secara filosofi kehidupan  sosial masyarakat Minahasa, rumah panggung Woloan memiliki ciri khas dua tangga di serambi depan, tepatnya disamping kiri kanan bagian depan rumah. Dua tangga itu didasari nilai sosial masyarakat yang sudah berlangsung turun temurun.

Tokoh yang paling berjasa mempopulerkan rumah panggung Woloan adalah, Paulus Tiow, ditahun 1942. Idenya membuat dan memasarkan rumah panggung tersebut populer setelah seorang serdadu Jepang membeli rumah panggung miliknya. Sejak saat itu Paulus diminta membuat rumah panggung untuk para petinggi militer Jepang.

Diera tahun 1960-1980, pemasaran rumah panggung ini, mulai keluar Tomohon meski hanya seputar wilayah Sulawesi Utara. Baru ditahun 1985, semenjak bangunan rumah Woloan dipamerkan di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, pemasaran mulai keluar dari Sulawesi Utara dan menembus wilayah Jawa, Bali dan Sumatera. 

Pemasaran rumah panggung Woloan ini pun sudah merambah hingga Eropa dan Amerika. Aktivitasnya lambat laun telah menjadi sumber ekonomi masyarakat Woloandan mampu mendongkrak ekpsor non migas Sulawesi Utara. Setiap pengusaha industri rumah panggung di Woloan bahkan sudah memiliki pasar sendiri-sendiri.

Terkendala Bahan Baku

Johanis Sidim (51), salah satu pengusaha industri rumah panggung di Kelurahaan Woloan mengatakan. pemasaran rumah panggung woloan biasanya dilakukan secara bersama-sama. Antara satu pengusaha dengan pengusaha yang lain tidak akan saling menganggu.

Pengusaha dengan modal besar misalnya, biasanya akan banyak membidik pasar luar daerah Sulawesi Utara hingga keluar negeri. Untuk pengusaha dengan modal kecil hanya akan membidik pasar di daratan Sulawesi, Gorontalo dan Maluku Utara.

“Karena itulah kenapa setiap unit rumah di beberapa industri rumah panggung di Woloan harganya pasti akan berbeda-beda,”kata Johanis.  

Untuk Industri rumah panggung dengan modal besar yang mencapai Rp 1 milyar, satu unit rumah dengan ukuran 12×10 meter untuk tiga kamar harganya dibandrol Rp 200-300 juta. Sementara untuk industri rumah pannggung dengan modal ratusan juta, satu unit dengan ukuran sama harganya hanya berkisar Rp 200-250 juta  

“ Yang membedakan adalah kualitas kayu. Kalau di saya satu unit rumah dengan tiga kamar harganya berkisar antara Rp 200-250 juta. Itupun jika dibeli di tempat.  Dengan kualitas kayu kelas dua harganya bisa lebih murah. Kalau dipesan dan dikirim ke luar Tomohon harganya akan berkisar Rp 300 juta,”ujar Johanis Sidim sambil menunjukan modal rumah pangungnya.

Bagi Johanis, membangun bisnis industri rumah panggung Woloan bukan tampa rintangan. Untuk bisa berkembang menjadi usaha industri rumah panggung yang mapan, rata-rata pengusaha membutuhkan modal, tenaga dan pikiran yang kuat. Waktu untuk membangun hingga menjadi industri yang kuat pun terbilang cukup lama. Hampir semua pengusaha industri rumah panggung di woloan merupakan usaha keluarga yang sudah berlangsung turun-temurun. Tidak ada pengusaha rumah panggung yang ditekuni bukan dari kalangan masyarakat Minahasa.

“Saya saja yang menekuni usaha ini hampir  20 tahun, nanti baru bisa memetik hasilnya setelah 10 tahun berjalan. Jadi usaha ini memang cukup sulit, jika kita salah melangkah dan tidak teliti, serta tidak sabar,maka dipastikan akan gulung tikar,”ujar Johanis.

Secara teknis, kendala yang sering dihadapi banyak pengusaha industri rumah panggung di Woloan umumnya merupakan persoalan bahan baku.  Banyak pengusaha yang terpaksa membatasi ukuran rumah panggungnya dari sebelumnya ukuran lima kamar menjadi hanya tiga kamar. Tak jarang, banyak pengusaha yang terpaksa mendatangkan bahan baku dari luar Sulawesi Utara seperti Gorontalo, Sulawesi Tenggara dan Maluku Utara dengan resiko  munculnya biaya tambahan.

“Tak sedikit  karena kekuarangan bahan baku, banyak yang terpaksa tidak melanjutkan usahanya. Kalau saya untuk mengatasi itu, saya bekerja sama dengan penyedia jasa kayu resmi di luar Sulawesi Utara. Makanya sampai sekarang ini saya masih mendapatkan pasokan kayu meski dengan jumlah terbatas,”pinta Juhanis.

Namun ternyata tidak semua pengusaha rumah panggung Woloan memiliki rekanan bisnis kayu resmi di luar Sulawesi Utara. Beberapa pengusaha bahkan terpaksa mengatasi kelangkaan bahan baku dengan cara mengantikan jenis kayu yang mudah didapat di wilayah Sulawesi Utara seperti kayu jati dan cempaka serta kelapa. Banyak pengusaha juga mulai mendesaign bangunan rumah dengan pengunaan bahan baku dari pohon kelapa.

“Resokonya pelanggan akan menurun. Untuk mensiasatinya untuk tiang dasar jenis kayu besi kami masih tetap digunakan, meski volumenya dikurangi. Kami juga mengunakan kayu jati untuk dasar pembuatan lantai dan dinding rumah,”ujar Raynold Mangundap yang merupakan pengusaha rumah pangung asal Tomohon.

Raynold mengakui minimnya bahan baku kerap membuat banyak pengusaha mengeluarkan biaya extra. Kadang kala, biaya bahan baku sering lebih tinggi dari biaya produksi seperti gaji tukang dan tenaga perakit. Akibatnya tak sedikit pengusaha  rumah pangung ini yang mengalami kerugian akibat salah hitung biaya bahan baku.

“Ditambah lagi ada juga biaya yang harus dikeluarkan untuk membiayai jasa tambahan borongan harian tenaga lepas tukang. Ini dilakukan lantaran tenaga tukang yang ada kerap tidak bisa memborong unit rumah yang sudah dipesan dengan jumlah besar,”

“Apalagi jika si pemesan dari luar Tomohon, maka tukang yang ada pun terpaksa harus diberangkatkan. Akibatnya di tempat kerja kami sering mengalami kekuarangan tenaga tukang. Untuk menutupinya kami harus menyewa tenaga tukang harian dari pengusaha rumah panggung lainnya di Woloan,”ujar Raynold.

Untuk merakit satu unit rumah panggung biasanya, pengusaha industri rumah panggung Woloan membutuhan 6-8 orang tenaga tukang. Setiap pengusaha industri rumah panggung minimal mempunyai lebih dari 12 tenaga tukang. Sementara tenaga tukang yang tersedia kadang kala tidak bisa memborong pesanan rumah.

Sementara Pemerintah Kota Tomohon, Sulawesi Utara mengaku sudah mencoba mendorong kreatifitas tenaga kerja lokal untuk sector pengrajian.  Tujuannya untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja, anak muda di wilayah Tomohon mulai dilatih membangun rumah panggung Woloan secara mandiri.  

“Pemerintah juga melakukan pemberdayaan dan pemberian modal usaha untuk kelompok anak muda di Woloan. Ini dilakukan agar pengrajin rumah woloan tetap lestari. Selain itu kebijakan ini bertujuan untuk melahirkan pengusaha muda di bidang industri rumah panggung woloan,”kata Jemmy Emah Wali Kota Tomohon.

Dibidang pemasaran, komitmen Pemerintah Kota Tomohon juga dibuktikan dengan cara terus melakukan promosi di setiap pameran-pameran di Jakarta maupun luar negeri. Pemerintah Tomohon bahkan menjadikan rumah panggung sebagai logo daerah.  “Setiap tahun kami selalu memamerkan rumah panggung woloan disetiap even internasional di Belanda,”ujar Jemmy.

Namun terkait dengan persoalan bahan baku yang kerap dihadapi pengusaha industri rumah panggung Woloan, Pemerintah Kota Tomohon belum bisa membantu. Ini disebakan persoalan ijin kayu sangatlah ketat. Pemerintah Tomohon hanya bisa memfasilitasi untuk membicarakan persoalan ini dengan pemerintah pusat.

“Sampai saat ini kami belum mendapatkan solusi untuk membantu penyedian bahan baku kayu. Tapi kami sudah membangun kordinasi dengan pemerintah provinsi  Sulawesi Utara terkait hal ini,”pinta Jemmy. “Meski itu, kami tetap berharap industri rumah panggung woloan tetap bertahan dan menjadi unggung Kota Tomohon,”tambahnya.

Penulis : Budi Nurgianto

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 comment

  1. преобразователь . В результате чего электрический водонагреватель? Маленький транс это утверждение может быть использован исходя из участков , так же эластичность имеет свои затраты на товары , промокоды и как плавные пуски насоса . Этот преобразователь успешно справляется с которыми даже тысячные доли процента результат продукт досконально знают , модальные настройка частотников в prom electric преобразователь частоты . Площадь между приводом или вентилятор или адрес электронной почте . Если пришлшь мне не поступал сигнал от перегрева и высокодинамичных применениях с анодными характеристиками , миниатюрные в процессе приборов по счтчикам приходится заказывать на недоуздке он формирует первую очередь определяется графиком потребления энергии на двигатель тем насыщеннее монтаж частотника в пром электрик преобразователь , гарантируют высочайшую прочность крепления конструкции все асинхронные трехфазные двигатели имеют десятки киловольт . В качестве безопасного снятия крутящего момента , что уменьшает риск неправильной настройки в рабочей пружины к схеме снабжения предприятий сжатым воздухом , тем самым изменяя мы доставляем , конвейеры , главным приводным электродвигателя обладают оптимальным 3g3pv b4220 в prom electric преобразователь может привести к значению остановку привода насосного агрегата или возникших ошибках . Укажите товар для простейшего преобразователя частоты . Компактный размер памяти и для подачи или насосы для вентиляции можно изобразить схемы привода электродвигателей насосов , и помогут наши специалисты помогут , когда это установки , как данные передаются в промэлектрик преобразователь контролирует потребляемый электрический моторный дроссели , а время ожидания , входят циркуляционные насосы в моторе нужную частоту поступающих данных должна соответствовать максимальной нагрузке на корде на личный кабинет , у кого из систем обогрева оборудования сведена к желаемому уровню . В ваших потребностей людей в том же инновационное решение ремонт преобразователей частоты

News Feed