oleh

Sepuluh Ribu Remaja Maluku Utara Perokok Aktif

DATABERITA,TERNATE- Sedikitnya lebih sepuluh ribu anak-anak dan remaja Maluku Utara telah menjadi perokok berat. Jumlah tersebut terus meningkat dalam lima tahun terakhir.  

Data Kementerian Kesehatan menunjukan prevalensi perokok pada usia 15 tahun di Indonesia pada tahun 2016 sebesar 30,01 persen dan meningkat jika dibandingkan dengan Tahun 1995 yaitu 27 Persen.  Bahkan tahun 2017 menyebut sebanyak 2-3 dari 10 anak Indonesia usia 15-19 tahun sudah merupakan perokok aktif. Jumlah perokok usia anak (di bawah usia 18 tahun) juga meningkat dari 7,2 persen pada 2013 menjadi 8,8 persen pada 2016. Fakta yang juga mengkhawatirkan, yaitu 34,71 persen anak usia 5-17 tahun diketahui menghisap lebih dari 70 batang rokok perminggu

Di Maluku Utara Prevelensi peroko di usia 15 tahun mencapai 31,10 persen atau lebih besar dari nilai nasional. Hasil survei dari Global Youth Tobacco dan Badan Litbang Kementrian Kesehatan tahun 2009-2014 menunjukan bahwa perokok dikalangan anak dan remaja dipengaruhi  iklan rokok sebesar 46,3 persen dan sponsor rokok sebesar 41,5 persen.

Zainal Aminudin, Direktur Yayasan Satu Hati mengatakan, peningkat perokok dikalangan anak-anak di Indonesia disebabkan pengaruh lingkungan yang cenderung mulai bebas dan tak terkontrol. Peran orang tua, keluarga, sekolah sedikit demi sedikit mulai tak lagi terlihat. Bahkan rokok dengan mudah sudah bisa dibeli eceran di warung dekat sekolah.

“Harganya pun sangat murah dan bisa menggunakan uang jajan. Itulah mengapa perokok dikalangan remaja meningkat,”kata Zainal saat bercerita dengan databerita.id beberapa waktu lalu.  

Menurut Zainal, merokok sejak usia muda dinilai dapat menjadi factor yang menyumbang prevalensi penyakit seperti stroke, serangan jantung, kanker, gagal ginjal. Karena itu pemerintah memang harus mulai berani mengurangi jumlah perokok pemula.

“Peraturan Pemerintah nomor 109 Tahun 2012 sebenarnya sudah bagus karena Pemerintah Indonesia telah berkomitmen mengendalikan tembakau terutama pada perokok pemula. Tapi Implementasinya sampai saat ini tidak terlihat,”ujar Zainal.

Penulis : Budi Nurgianto

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed