oleh

Lawan Hoaks, AJI Targetkan Latih 3000 Fact-Checker

JAKARTA,DATABERITA- Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia kembali menggelar training cek fakta untuk jurnalis, pengelola newsroom dan public. Program yang didukung Internews dan Google News Initiative ini, menargetkan melatih 3000 pemeriksa fakta (fact-checker) jurnalis media, jurnalis kampus dan publik di lebih dari 25 daerah di Indonesia melalui sejumlah training cek fakta.

Menurut Revolusi Riza Zulverdi, Sekjend AJI Indonesia, training cek fakta yang dilakukan ini dinilai memberi dampak perubahan di ruang redaksi sehingga newsroom akan lebih berhati-hati dan tidak terjebak menyebarkan hoaks yang muncul di sosial media sebagai bahan berita. Sebagai contoh adalah saat tsunami Palu yang kala itu. kondisi sulit untuk melakukan verifikasi dan konfirmasi. Namun tidak berapa lama muncul gambar  dan video di media sosial yang belum dapat dikonfirmasi.

“Dalam posisi inilah pentingnya kehati-hatian di newsroom memberitakan bencana di Palu, tidak seperti gempa di Jakarta 2017 yang sempat muncul banyak misinformasi,”kata Revolusi, saat pembukaan Training of Trainers (ToT) Google News Initiative 2019, di Bintaro, Tangerang Selatan, Kamis, 11 April 2019.

Pada tahun 2018 lalu, AJI dan yang didukung Internews dan Google News Initiative telah mentraining sedikitnya 2.622 jurnalis media nasional dan daerah serta kampus. Dan pada tahun ini AJI kembali melakukan ToT GNI yang melibatkan 40 jurnalis dari berbagai media, freelance dan perwakilan anggota Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI).

Revolusi mengatakan dengan program ini diharapkan dapat meningkatkan skill jurnalis dan newsroom melakukan verifikasi konten video, gambar dan informasi yang beredar di sosial media serta memastikan kebenarannya sebelum mendistribusikan kembali ke publik sehingga tingkat kepercayaan masyarakat kepada media tetap terjaga. Bahkan program ini juga diharapkan bisa semakin aktif melakukan cek fakta informasi yang bersumber dari sosial media, terutama saat Pemilu 2019.

“AJI juga menerima permohonan kerja sama untuk menyelenggarakan pelatihan cek fakta. Masyarakat, kampus maupun media dapat dilakukan dengan mengisi formulir di  http://bit.ly/Permohonan_TrainingCekFakta_GNI2019, ”ujar Revolusi

Saat ini AJI memiliki 90 jurnalis sekaligus trainer fact checker yang siap dikirimkan ke berbagai daerah untuk memberikan training Cek Fakta di newsroom dan kampus. AJI juga sedang menyiapkan kelas online agar pengetahuan trainer pada perkembangan tools-tools yang digunakan dan akan diberitakan dalam training terus terupdate dan meningkat. Editor : BUDI NURGIANTO

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed