oleh

AJI Dorong Kampus Kembangkan Jurnalisme Data

JAKARTA,DATABERITA,- Tingginya akses informasi masyarakat melalui media sosial, menjadi tantangan tersendiri bagi media. Kampus di Indonesia diharapkan ikut berperan mengembangan jurnalisme data atau  jurnalisme berbasis data  (data-driven journalism).

Menurut Revolusi Reza Zulverdi, Sekjend AJI Indonesia, dengan perkembangan teknologi saat ini, informasi tidak hanya milik ruang media semata, namun kampus juga berperan menjaga kualitas jurnalisme. Karena itu kampus sudah sepantasnya mengambil bagaian mengembangan jurnalisme data atau  jurnalisme berbasis data  (data-driven journalism) di Indonesia.  

Revolusi Reza Zulverdi, Sekjend AJI Indonesia mengatakan di tingkat global, tidak hanya media yang terus mengembangkan genre jurnalisme data, namun lingkungan kampus ikut berpartisipasi, misalnya  sekolah jurnalisme  Columbia University, Stanford University,  The University of Texas,  The University of Hongkong, dan sebagainya. 

 “AJI sebagai salah satu lembaga yang mendukung tumbuhnya jurnalisme data mendorong keterlibatan kampus lebih jauh untuk pengembangan jurnalisme data,” kata Revolusi Reza Zulverdi, Sekjend Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia, dalam diskusi terfokus “Membangun Kolaborasi Mengembangkan Jurnalisme Data di Indonesia”kata Revolusi dalam diskusi yang mengundang 20 akademisi Wakil dari kampus-kampus yang memiliki Fakultas Komunikasi atau Jurusan Jurnalistik, Selasa 9 Juli 2019  di Jakarta

Turut hadir dalam diskusi wakil  Universitas Indonesia, Universitas Pembangunan “Veteran” Indonesia, Universitas Multimedia Nusantara dan Universitas Bung Karno.

Revo menyampaikan bentuk kolaborasi yang didorong ke kampus adalah menjadikan jurnalisme data sebagai salah satu mata kuliah di kampus, Mengingat kebutuhan industri media ke depan adalah jurnalis-jurnalis yang memiliki skill dan paham pemanfaatan data.

Robertus Theodore, Tenaga Ahli, Kantor Staf Presiden (KSP) mendorong inisiatif ini dan mengatakan pendampingan ke pemerintah daerah untuk perbaikan standar layanan penyediaan data berbasis elektronik dan peningkatan kualitas data terus dilakukan.

 “Banyak mahasiswa di luar negeri kesulitan mengakses data, harus pulang ke Indonesia karena sistem data belum elektronik. Komisi Informasi Pusat sedang didorong merevisi aturan ketersediaan data berbasis elektronik dan melakukan monitoring ketersediaan data,”  ujarnya.

Ia pun menyampaikan selain itu pemerintah telah menghasilkan regulasi untuk mendorong perbaikan data yang dihasilkan kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah. Dua regulasi baru disahkan yaitu Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik dan Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia.

“Yang penting sekarang demand pengguna data, agar KSP dapat mendorong pemerintah menyiapkan data yang sesuai dengan prinsip open data,” kata Robert saat presentasi di forum yang sama.

Karena itu KSP mendorong pemanfaatan data di kalangan jurnalis dan pengembangannya di kampus sekaligus untuk menghindari hoaks dan meningkatkan kualitas pemberitaan. Dalam sesi ini, sekaligus memperkenalkan platform www.jurnalismedata.id, sebagai ruang belajar tentang jurnalisme data bagi jurnalis, mahasiswa dan publik.

Penulis : Budi Nurgianto

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed