oleh

Pasca Gempa, Aktivitas Gunung Gamalama Meningkat

TERNATE,DATABERITA- Gempa  magnitudo berkekuatan 7,1 skala richter yang mengguncang wilayah Ternate, Maluku Utara pada Ahad, 07 Juli 2019 pukul 00.08 WIT memicu peningkatan aktivitas Gunung Api Gamalama.

Darno Lamane, Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Gamalama Ternate mengatakan, berdasarkan rekaman seismometer, aktivitas kegempaan Gunung Gamalama terus mengalami peningkatan dua hari terakhir. Gempa  tektonik jauh misalanya, saat ini sudah tercatat 147 kali kejadian dengan amplitude 5-48 milimeter dengan durasi 43.12 detik, Gempa vulkanik dangkal 1 kali kejadian dengan amplitude 23 milimeter dengan durasi 15 detik.

“Gunung Gamalama juga terlihat mengeluarkan asap putih dengan intensitas tipis hingga ketinggian 200 meter. Saat ini statusnya pun pada  level II waspada,” kata Darno pada databerita.id, Selasa 09 Juli 2019. 

Menurut Darno, dengan peningkatan aktivitas, pihaknya telah meminta masyarakat Ternate untuk tidak beraktivitas di dalam radius 1,5 kilometer. Masyarakat juga diminta untuk waspada terhadap ancaman bahaya aliran lahar.

“Kami sudah menyampaikan imbauan  ini pada Pemerintah Kota Ternate. Kami berharap masyarakat bisa mengikuti imbauan tersebut,”kata Darno.

Burhan Abdurahman, Wali Kota Ternate mengatakan, sebagai langkah antisipasi dini, Pemerintah Kota Ternate saat ini telah membentuk tim cepat reaksi cepat bencana hingga tingkat kecamatan. Pemerintah bahkan terus berkoordinasi dengan Pos pengaatan Gunung Api Gamalama dan BMKG Kota Ternate untuk penyampaian informasi bencana pada masyarakat.

“Semua langkah antisipasi dini ini sudah kami siapkan. Namun kami berharap semua bencana itu tidak terjadi,”kata Burhan.

Sebelumnya, gempa magnitudo berkekuatan 7,1 skala richter mengguncang wilayah Ternate, Maluku Utara pada Ahad, 7 Juli 2019 pukul 22.08 WIB. Pusat gempa berada 0.51 derajat lintang utara dan 126,18 derajat bujur timur di kedalaman 10 kilometer. Gempa yang terletak 135 km barat daya Kota Ternate dan berpotensi tsunami. Bahkan pasca gempa tersebut, hingga pukul 09.04 WIT sudah terjadi  87 gempa susulan.

Penulis : Budi Nurgianto

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed