oleh

Halmahera Selatan Tetapkan Status Tanggap Darurat

TERNATE,DATABERITA- Pemerintah Kabupaten Halmahera menetapkan masa tanggap darurat bencana selama 7 hari usai gempa 7,2 yang mengguncang Halmahera Selatan, Minggu 17 Juli 2019.

Baharain Kasuba, Bupati Halmahera Selatan mengatakan, penetapan tanggap darurat bencana dilakukan untuk mempercepat pergerakan pesonel tim darurat bencana, dan distribusi logistik, peralatan untuk kebutuhan pengungsi gempa. Darurat bencana ini ditetapkan untuk sepuluh kecamatan seperti kecamatan Bacan, Bacan Selatan, Bacan Timur, Bacan Timur Selatan, Bacan Timur Tengah, Kecamatan Gane Barat, Gane Barat Utara, Gane Barat Selatan, Gane Timur dan Gane Timur Selatan.

“Langkah ini juga sebagai upaya antisipasi dini mengurangi resiko terhadap dampak buruk dari gempa yang terjadi beberapa waktu lalu . Penetapan itu mulai dilakukan sejak tanggal 15 Juli 2019 hingga 22 Juli 2019,”kata Baharain kepada wartawan Senin 15 Juli 2019.

Menurut Baharain, selain menetapkan tanggap darurat bencana, Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan juga telah memerintahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Halmahera Selatan untuk siaga dan mengantisipasi resiko terburuk dari dampak gempa.

“Saya juga sudah memerintahkan semua camat untuk siaga ditempat,”ujar Baharain.

Ali Yau, Sekretaris Badan Peangulangan Bencana Daerah mengatakan,  bencana yang terjadi Halmahera Selatan memenuhi syarat untuk dinyatakan status tanggap darurat bencana lantaran telah menimbulkan dampak yang cukup besar dan memakan korban jiwa. Apalagi berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencara Daerah Maluku Utara jumlah orang yang mengungsi akibat gempa mencapai 1.104 orang dengan kerusakan mencapai lebih dari 700 unit rumah.

“Jika melihat kondisi, memang sudah sepatutnya Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan  menetapkan tanggap daurat bencana,”ungkap Ali.

Sebelumnya gempa bekekuatan 7,2 skala richter menguncang Halmahera Selatan, Maluku Utara. Pusat gempa berada di darat pada jarak 63 km arah timur Kota Labuha, Kabupaten Halmahera Selatan dengan kedalaman 29 km. Pusat gempa bumi terletak pada koordinat 0,56 lintang selatan dan 128,06 Bujur Timur. Gempa itu tergolong dangkal dan dirasakan kuat di daerah Obi dalam skala intensitas V MMI, Labuha III MMI, Manado, Ambon II-III MMI, Ternate, Namlea, Gorontalo, Sorong, Bolaang Mongondow II MMI.

Penulis : Sudirman
Editor   : Budi Nurgianto


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed